24 Februari 2026 - 10:41
Source: ABNA
Al-Hakim: Iran adalah Pilar Penting dalam Stabilitas Kawasan

Ketua Gerakan Hikmah Nasional Irak mengatakan, "Dialog Iran dan Amerika Serikat adalah sebuah keharusan untuk menjauhkan semua pihak dari biaya eskalasi ketegangan. Iran adalah pilar penting dalam stabilitas kawasan."

Dilaporkan oleh Kantor Berita Abna mengutip situs informasi Gerakan Hikmah Nasional Irak, Ketua Gerakan Hikmah Nasional Irak, dalam acara peringatan wafatnya "Sayyid Abdul Aziz al-Hakim" dengan merujuk pada kedudukan otoritas keagamaan (Marja'iyya), menyatakan, "Marja'iyya bukanlah gelar sementara atau alat politik, melainkan neraca moral dan kompas yang harus dirujuk di semua tahapan. Marja'iyya bukanlah pihak dalam pertikaian, melainkan naungan yang melindungi semua."

Ammar al-Hakim, Ketua Gerakan Hikmah Nasional Irak, mengatakan, "Najaf Ashraf adalah sekolah moderasi dan pusat keseimbangan, dan Marja'iyya bukanlah pihak dalam pertikaian, melainkan naungan yang melindungi semua."

Al-Hakim memperingatkan agar tidak membiarkan terulangnya kembali jalur-jalur yang melemahkan posisi internasional Irak.

Di bagian lain pidatonya, ia menggambarkan kebuntuan politik Irak saat ini sebagai situasi yang melelahkan bagi lembaga-lembaga pemerintahan dan melemahkan kepercayaan publik, serta menyerukan percepatan penyelesaian kewajiban konstitusional dan pembentukan pemerintahan berdasarkan program yang jelas dan orang-orang yang kompeten.

Ketua Gerakan Hikmah Nasional Irak, dengan menekankan prinsip "keputusan Irak", menegaskan, "Setiap upaya untuk memaksakan kehendak eksternal pada keputusan Irak atau pada pilihan komponen-komponennya ditolak dengan tegas. Irak adalah negara merdeka dan berdaulat, tidak memerlukan perwalian, dan keputusannya harus sepenuhnya Irak dan dihasilkan melalui lembaga-lembaga konstitusional."

Al-Hakim, memperingatkan kembalinya suasana kelemahan dan perpecahan, menekankan, "Irak telah membayar harga mahal untuk keluar dari sanksi dan pembatasan internasional, dan tidak boleh dibiarkan jalur ini berbalik arah."

Di bagian regional pidatonya, al-Hakim, merujuk pada meningkatnya ketegangan di dunia dan kawasan, meminta komunitas internasional untuk tetap berpegang pada piagam dan hukum internasional, memperingatkan bahwa memaksakan kehendak dengan kekerasan membahayakan keamanan dan perdamaian internasional.

Sambil mendukung kelanjutan dialog dan perundingan konstruktif antara Republik Islam Iran dan Amerika Serikat, ia berkata, "Jalur dialog adalah jalan terpendek untuk menjauhkan kawasan dari krisis lebih lanjut."

Ketua Gerakan Hikmah Nasional Irak meminta pemerintah Amerika untuk tidak mendengarkan seruan petualang dan pemicu ketegangan, karena opsi eskalasi tidak menguntungkan siapa pun.

Al-Hakim menekankan, "Eskalasi ketegangan hanya akan menguntungkan para pedagang perang dan krisis, sementara bangsa-bangsa di kawasan akan membayar harganya dari keamanan dan stabilitas mereka."

Ketua Gerakan Hikmah Nasional Irak menegaskan, "Stabilitas Republik Islam Iran dianggap sebagai pilar penting dalam stabilitas kawasan, dan dialog Iran-Amerika Serikat adalah sebuah keharusan untuk menjauhkan semua pihak dari biaya eskalasi ketegangan. Ini adalah posisi yang bertanggung jawab dari semua negara di kawasan dan bangsa-bangsanya, yang telah berulang kali mengingatkan pemerintah Amerika akan perlunya menghindari opsi perang dan eskalasi militer. Kami berharap pemerintah Amerika sadar akan realitas ini dan menganggapnya serius."

Your Comment

You are replying to: .
captcha